Prosedur


PENERIMAAN MAHASISWA BARU

POLITEKNIK ENJINIRING PERTANIAN INDONESIA

TAHUN AKADEMIK 2021/2022

 

I.           PENDAHULUAN

Untuk mendukung kebijakan Kementerian Pertanian yang berimplikasi pada persaingan pasar kerja serta mendorong regenerasi petani yang maju, mandiri, dan modern, Lembaga Pendidikan Tinggi Vokasi Lingkup Kementerian Pertanian berkomitmen untuk mempersiapkan lulusan yang kompeten dan memiliki daya saing serta berjiwa kewirausahaan.

Lembaga Pendidikan Tinggi Vokasi Lingkup Kementerian Pertanian mengemban tugas untuk menghasilkan tenaga ahli terapan bidang pertanian, peternakan, perkebunan, serta keteknikan pertanian yang mampu menjadi wirausaha muda pertanian maupun pekerja yang handal dan profesional di bidang pertanian. Penyiapan SDM pertanian yang maju, mandiri dan professional akan dapat meningkatkan produktivitas pertanian.

Dalam rangka mewujudkan SDM pertanian tersebut, melalui Lembaga Pendidikan tinggi vokasi pertanian diperlukan upaya yang terstruktur dan sistematis dimulai dengan penerimaan mahasiswa baru. Guna mendapatkan mahasiswa memenuhi persyaratan yang ditetapkan dan kelak akan berkecimpung secara professional di sektor pertanian, maka diperlukan maka diperlukan Petunjuk Teknis/Tata Cara Peneriman Mahasiswa Baru Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia.

 

 

II.         MAKSUD DAN TUJUAN

1.   Maksud

Petunjuk teknis/tata cara penerimaan mahasiswa baru disusun sebagai acuan dalam proses penerimaan mahasiswa baru Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia.

2.   Tujuan

Menjaring mahasiswa baru Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia merupakan mahasiswa yang berminat di bidang pertanian serta memenuhi persyaratan dengan tata cara yang telah ditetapkan.

 

III.       RUANG LINGKUP

Ruang Lingkup Petunjuk Teknis ini adalah sebagai berikut :

1.    Program Studi;

2.    Jalur Pendaftaran dan Persyaratan Penerimaan Mahasiswa Baru;

3.    Tata Cara Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru;

4.    Kepanitian;

5.    Pembiayaan;

6.    Penutup.

 

IV.      PENGERTIAN

Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan:

1.     Pendidikan Tinggi Vokasi Lingkup Kementerian Pertanian adalah program pendidikan vokasi pada Politeknik Pembangunan Pertanian dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian.

2.     Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia selanjutnya disebut PEPI adalah Lembaga Pendidikan Tinggi Vokasi Pertanian Kementerian Pertanian.

3.     Program Studi yang selanjutnya disebut Prodi adalah kesatuan kegiatan pendidikan dan pembelajaran yang memiliki kurikulum dan metode pembelajaran tertentu dalam pendidikan vokasi.

4.     Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia terdiri dari 3 (tiga) Prodi yaitu Teknologi Mekanisasi Pertanian (TMP), Teknologi Hasil Pertanian (THP), Tata Air Pertanian (TAP).

5.     Pegawai Negeri Sipil Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat ASN profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah.

6.     Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disingkat PNS adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu diangkat Aparatur Sipil Negara secara tetap oleh Pejabat Pembina Kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan.

7.     Sekolah Menengah Kejuruan-Pertanian Pembangunan yang selanjutnya disingkat SMK-PP adalah satuan pendidikan formal kejuruan pertanian pada jenjang pendidikan menengah yang berada di bawah pembinaan Kementerian Pertanian yang bertujuan mempersiapkan peserta didik untuk bekerja dalam bidang pertanian.

8.     Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian yang selanjutnya disebut SMK Pertanian adalah bagian terpadu dari Sistem Pendidikan Nasional yang mempunyai peranan penting didalam mendidik, menyiapkan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pertanian yang memiliki keterampilan dan pengetahuan sesuai dengan kebutuhan persyaratan lapangan kerja dan mampu mengembangkan potensi dirinya dalam mengadopsi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan pertanian.

9.     Sekolah Menengah Atas jurusan Ilmu Pengetahuan Alam yang selanjutnya disebut SMA IPA adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan umum pada jenjang pendidikan menengah lanjutan dari Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain sederajat atau lanjutan dari hasil belajar yang diakui sama atau setara SMP atau MTs dengan jurusan IPA.

10.  Madrasah Aliyah jurusan Ilmu Pengetahuan Alam yang selanjutnya disebut MA IPA adalah jenjang pendidikan menengah pada pendidikan formal di Indonesia jurusan IPA, sekolah ini setara dengan SMA/SMK, yang dikelola langsung oleh Kementerian Agama.

11.  Sekolah Menengah Kejuruan Teknik yang selanjutnya disebut SMK Teknik adalah bagian terpadu dari sistem pendidikan nasional yang mempunyai peranan penting dalam mendidik, menyiapkan dan pengembangan sumber daya manusia (sdm) teknik yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan persyaratan lapangan kerja.

12.  Seleksi adalah proses penyaringan calon mahasiswa baru melalui penelusuran kelengkapan administrasi, pemeriksaan kesehatan/fisik, dan kemampuan akademik, serta penelusuran minat dan bakat.

13.     Jalur Prestasi, Olahraga, Seni, Keilmuan dan Minat yang selanjutnya disingkat POSKM adalah salah satu jalur seleksi mandiri yang diselenggarakan untuk menjaring calon mahasiswa yang mempunyai prestasi akademik, olahraga, seni, keilmuan dan minat.

14.     Terluar, Terdepan, dan Tertinggal yang selanjutnya disebut 3T adalah daerah yang berbatasan langsung dengan negara lain serta daerah yang masyarakat dan wilayahnya relatif kurang berkembang dibandingkan dengan daerah lain dalam skala nasional.

15.     Computer Assisted Tes yang selanjutnya disebut CAT adalah suatu metoda seleksi dengan alat bantu komputer yang digunakan untuk mendapatkan standar minimal kompetensi dasar bagi calon mahasiswa baru.

 

 

Lebih jelas dapat dilihat di

https://pepi.ac.id/berita/penerimaan-mahasiswa-baru-tahun-akademik2021-2022/